Breaking News
Loading...
Monday, 7 August 2017

Islam memberikan penghormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada para ibu, sebagaimana sabda rosulullah "Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu." (HR. Ahmad) Seseorang yang menghormati ibunya akan ditempatkan di surga, sementara anak yang mendurhakai ibunya akan ditempatkan pada posisi yang hina.

Bila seorang muslimah menyadari betapa tinggi dan mulia para ibu, niscaya ia tidak menukarnya dengan aktivitas-aktivitas yang hukumnya mubah. Sekiranya ia harus bekerja untuk membantu mencukupi nafkah keluarganya, maka ia akan mencari cara pelaksanaan aktivitas tersebut tanpa mengurangi keoptimalan peran keibuannya. Ia akan menjadi orang yang ingin melalui tahap demi tahap pertumbuhan anaknya diusia dini, sejak merawat kandungan, melahirkan, menyusui, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Islam memberikan balasan atas aktivitas-aktivitas tersebut setara dengan pahala pejuang fisabilillah di garis depan medan pertempuran. Rosulullah SAW bersabda "Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya seperti pejuang di garis depan fisabilillah, dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut, maka sesungguhnya baginya mati syahid". (HR. Thabrani).

Sungguh, motivasi meraih kemuliaan inilah yang mendorong para ibu untuk mencurahkan kesungguhannya menjalankan perannya. Itulah sebabnya, tidak ada yang bisa menggantikan nilai strategis para ibu dalam mendidik anak usia dini. Ibu adalah pendidik anak yang pertama dan utama. Ibu adalah figur terdekat bagi anak. Kasih sayang sang ibu menjadi jaminan awal bagi tumbuh kembang anak secara baik dan aman. Sebab kedekatan fisik dan emosional merupakan aspek penting keberhasilan pendidikan. Kita tentunya mendambakan lahirnya generasi-generasi unggulan berkualitas pemimpin. Sudah saatnya harapan ini ditanamkan pada anak sejak usia dini. Ibulah harapan utama dalam mencetak generasi dambaan ini.

Jika sebagian ibu masih mengesampingkan peranan "ibu" ini, bahkan melalaikan dengan berbagai alasan yang tidak di benarkan dalam islam, maka masihkah layak dikatakan surga ditelapak kakinya?
Ibu memang peran dan tanggung jawab yang terpenting pada anak-anak terutama dalam usia dini, keterikatan anak dan ibu terjalin kuat. Bahkan secara khusus Al-Qur'an menyebutkan adanya bakti kepada ibu, lebih dari ayah. Inilah pesan Islam yang terdalam mengenai keutamaan dan kemuliaan para ibu pada anak-anakusia dini.
"Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tua ibu-bapaknya; ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan penyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-kulah kembalimu". (Qs.Luqman [31]:14).

Kasih ibu tak pernah terbalas oleh apapun juga. Yang bisa dilakukan anak hanyalah memberi penghormatan dan pelayanan, terutama ketika mereka sudah tua dan dalam keadaan lemah. Dengan alasan apapun, orang tua, terutama ibu harus mendapatkan penghormatan dan pelayanan yang utama. Sesibuk apapun, sesulit apapun, ibu harus tetap dihormati dan dilayani.
Begitu agung sosok seorang ibu. Keutamaan seperti ini tentu saja ibu hanya akan diberikan kepada para ibu yang mengetahui hak dan kewajiban sebagai hamba Allah, pedamping suami, ibu dari anak-anak, bagian dari masyarakat, dan pencetak generasi yang Rabbani. Namun banyak sekali seorang ibu yang tidak mengerti dan bahkan tidak melakukan perannya sebagai seorang ibu.

0 comments:

Post a Comment